LlamaGen Logo
Pemformatan screenplay otomatis

Tulis scenenya. Biarkan format screenplay beres sendiri.

Tetap fokus pada cerita sambil heading scene, action, cue karakter, dialog, parenthetical, dan transisi tetap mudah dibaca. Lalu bawa scene yang sama ke storyboard visual tanpa membangunnya ulang dari nol.

Heading sceneBlok dialogSerah-terima visual yang rapi

Membuka workspace proyek storyboard LlamaGen.

Meja penulis sinematik dengan mesin tik dan lembar screenplay yang tersusun rapi di bawah cahaya biru dan amber

Northline / arahan visual

Satu dunia cerita, mengalir dari screenplay hingga produksi.

Meja penulis sinematik dengan mesin tik dan lembar screenplay yang tersusun rapi di bawah cahaya biru dan amber
Mode menulis
Blok siap industri
Kontrol kreatif
Dipimpin penulis
Langkah berikutnya
Storyboard visual

Format seharusnya terasa tak terlihat

Halaman screenplay yang menjaga momentum kreatif.

Pemformatan screenplay adalah tata bahasa visual, bukan penghalang kreatif. LlamaGen menjaga setiap elemen tetap terpisah agar kolaborator bisa meninjau draf dengan cepat dan cerita bisa berpindah ke scene, shot, dan board dengan lebih sedikit pembersihan.

Elemen skrip yang dibuat khusus

Pisahkan heading scene, action, cue karakter, dialog, dan transisi alih-alih menata setiap baris secara manual.

Revisi yang tetap mudah dibaca

Tinjau ritme, kepadatan dialog, dan alur scene dalam bentuk halaman yang tetap familiar bagi penulis dan tim produksi.

Jalur langsung ke frame

Gunakan intent scene yang sudah diformat sebagai titik awal untuk perencanaan shot, referensi visual, dan storyboard AI.

Editor screenplay terbuka di samping referensi visual scene yang sama untuk urutan kereta malam
Contoh kerjaContoh: Scene 12 berpindah dari halaman terformat ke workspace perencanaan visual tanpa kehilangan intent dramatisnya.

Contoh kerja · Dirancang untuk serah terima

Format lebih bernilai saat tetap bertahan di langkah kreatif berikutnya.

Halaman yang rapi membantu penulis, tetapi juga harus membantu sutradara, storyboard artist, dan creator visual memahami apa yang terjadi, siapa yang menggerakkan momen itu, dan detail mana yang harus tetap konsisten.

  • Jaga action tetap konkret dan terlihat
  • Buat pergantian pembicara mudah dipindai
  • Bawa konteks scene ke prompt storyboard

Workflow-nya

Dari scene kasar ke rencana visual

Workflow ini menjaga format tetap berguna tanpa mengganggu proses draf.

01

Tulis dengan bahasa screenplay

Tulis scene dengan action, pembicara, dan dialog yang jelas, bukan bergulat dengan indentasi manual.

02

Tinjau alur dramatisnya

Cek apakah halaman mudah dipindai, action-nya bisa difilmkan, dan setiap baris memang layak ada.

03

Buka workspace storyboard

Ubah scene menjadi beat visual dan kandidat shot saat intent aslinya masih dekat di tangan.

FAQ

Jawaban praktis untuk draf berikutnya.

Elemen screenplay apa saja yang harus diformat terpisah?+

Minimal, pisahkan heading scene, action, cue karakter, dialog, parenthetical, dan transisi. Perbedaan visualnya membantu pembaca memahami halaman secara sekilas.

Apakah pemformatan otomatis menulis screenplay untuk saya?+

Tidak. Formatting hanya mengatur halaman. Anda tetap bertanggung jawab atas karakter, action, dialog, ritme, dan setiap keputusan kreatif di scene.

Bagaimana pemformatan screenplay membantu storyboarding?+

Heading scene dan action yang jelas memudahkan identifikasi lokasi, karakter, beat visual, dan peluang shot sebelum membuat frame storyboard.

Screenplay Anda sudah memuat frame pertama.

Mulai dari scene, jaga setiap keputusan kreatif tetap terlihat, lalu ubah cerita menjadi storyboard yang bisa Anda poles, bagikan, presentasikan, dan ekspor.