Breakdown shot yang peka terhadap scene
Ubah action dan dialog menjadi establishing shot, coverage, insert, reaksi, dan transisi dengan tujuan naratif yang jelas.
Uraikan scene menjadi shot berurutan, tentukan framing dan intent performa, hasilkan referensi visual, dan jaga karakter serta lingkungan tetap konsisten dari satu frame ke frame berikutnya.
Membuka workspace proyek storyboard LlamaGen.

Northline / arahan visual
Satu dunia cerita, mengalir dari screenplay hingga produksi.
Lebih dari sekadar galeri gambar
Board yang bagus menjaga action, eyeline, arah layar, performa, dan kontinuitas visual. LlamaGen menghubungkan generasi gambar dengan keputusan yang membuat urutan gambar mudah dipahami.
Ubah action dan dialog menjadi establishing shot, coverage, insert, reaksi, dan transisi dengan tujuan naratif yang jelas.
Jelaskan ukuran shot, sudut, gerak, komposisi, rasa lensa, dan fokus performa alih-alih menyerahkan semua pilihan pada kebetulan.
Gunakan ulang karakter, lokasi, properti, dan frame sebelumnya agar sequence terasa terhubung saat kamera berubah.

Contoh kerja · AI yang bisa diarahkan
Model boleh mengusulkan opsi visual, tetapi creator tetap memutuskan blocking, penekanan, ritme, dan apa yang harus dirasakan audiens. Prompt terbaik adalah brief arahan yang ringkas.
Workflow-nya
Pindah dari makna ke coverage, lalu hasilkan gambar hanya setelah scene punya rencana visual.
Mulai dari siapa menginginkan apa, apa yang berubah, dan informasi visual apa yang pertama kali dibutuhkan audiens.
Pilih framing, sudut, subjek, action, dan catatan kontinuitas untuk setiap shot dalam sequence.
Bandingkan arahan visual, pertahankan referensi terkuat, dan iterasi saat kejelasan atau kontinuitas terputus.
Jelajahi workflow yang terhubung
Karakter, casting, dan relasi
Ubah nama-nama di skrip menjadi arahan karakter yang berguna: motivasi, relasi, intent casting, jangkar visual, dan referensi konsisten untuk setiap scene storyboard.
Scene, beat, properti, dan lokasi
Atur bagian-bagian yang membuat scene bisa dimainkan dan divisualkan: beat dramatis, lokasi berulang, hero prop, kehadiran karakter, dan catatan kontinuitas yang menghubungkan satu momen ke momen berikutnya.
Aset produksi AI
Hasilkan potret karakter, studi lokasi, desain properti, still scene, dan frame storyboard dari konteks yang sudah ada di cerita Anda, lalu simpan hasil yang berguna agar siap dipakai pada keputusan kreatif berikutnya.
FAQ
Ya, tetapi workflow terkuat bekerja scene demi scene. Tinjau beat dramatis dan urutan shot sebelum menghasilkan frame dalam jumlah besar.
Sertakan subjek, action, emosi, lokasi, waktu, ukuran shot, sudut kamera, komposisi, pencahayaan, gaya, dan detail kontinuitas yang harus cocok dengan frame di sekitarnya.
Gunakan referensi karakter yang stabil, ulangi seperangkat jangkar identitas yang singkat, bedakan ciri permanen dari wardrobe spesifik scene, dan bandingkan frame yang berdekatan saat bekerja.
Mulai dari scene, jaga setiap keputusan kreatif tetap terlihat, lalu ubah cerita menjadi storyboard yang bisa Anda poles, bagikan, presentasikan, dan ekspor.