LlamaGen Logo
Storyboarding AI dari konteks scene

Ubah scene screenplay menjadi storyboard visual yang siap di-shot.

Uraikan scene menjadi shot berurutan, tentukan framing dan intent performa, hasilkan referensi visual, dan jaga karakter serta lingkungan tetap konsisten dari satu frame ke frame berikutnya.

Skrip ke shotArahan kameraKontinuitas visual

Membuka workspace proyek storyboard LlamaGen.

Enam frame storyboard sinematik berurutan mengikuti seorang teknisi sinyal dalam adegan kereta malam yang menegangkan

Northline / arahan visual

Satu dunia cerita, mengalir dari screenplay hingga produksi.

Enam frame storyboard sinematik berurutan mengikuti seorang teknisi sinyal dalam adegan kereta malam yang menegangkan
Input
Skrip atau ide scene
Arahan
Shot per shot
Output
Storyboard visual

Lebih dari sekadar galeri gambar

Storyboard adalah interpretasi berurutan dari sebuah scene.

Board yang bagus menjaga action, eyeline, arah layar, performa, dan kontinuitas visual. LlamaGen menghubungkan generasi gambar dengan keputusan yang membuat urutan gambar mudah dipahami.

Breakdown shot yang peka terhadap scene

Ubah action dan dialog menjadi establishing shot, coverage, insert, reaksi, dan transisi dengan tujuan naratif yang jelas.

Intent kamera yang eksplisit

Jelaskan ukuran shot, sudut, gerak, komposisi, rasa lensa, dan fokus performa alih-alih menyerahkan semua pilihan pada kebetulan.

Kontinuitas berbasis referensi

Gunakan ulang karakter, lokasi, properti, dan frame sebelumnya agar sequence terasa terhubung saat kamera berubah.

Frame storyboard berurutan dengan anotasi scene, lokasi, properti, dan perencanaan kamera
Contoh kerjaContoh: Shot 04 menjaga peta rusak, pencahayaan gerbong, referensi karakter, gerakan kamera, dan estimasi durasi dalam satu kartu yang bisa ditinjau.

Contoh kerja · AI yang bisa diarahkan

Biarkan AI mempercepat coverage tanpa melepas intent Anda.

Model boleh mengusulkan opsi visual, tetapi creator tetap memutuskan blocking, penekanan, ritme, dan apa yang harus dirasakan audiens. Prompt terbaik adalah brief arahan yang ringkas.

  • Jaga setiap shot tetap terikat pada beat cerita
  • Sebutkan pilihan kamera saat itu penting
  • Gunakan frame berdekatan untuk menilai kontinuitas

Workflow-nya

Workflow storyboard yang dibangun di sekitar keputusan cerita

Pindah dari makna ke coverage, lalu hasilkan gambar hanya setelah scene punya rencana visual.

01

Tentukan tujuan scene

Mulai dari siapa menginginkan apa, apa yang berubah, dan informasi visual apa yang pertama kali dibutuhkan audiens.

02

Desain shot berurutan

Pilih framing, sudut, subjek, action, dan catatan kontinuitas untuk setiap shot dalam sequence.

03

Hasilkan dan poles frame

Bandingkan arahan visual, pertahankan referensi terkuat, dan iterasi saat kejelasan atau kontinuitas terputus.

FAQ

Jawaban praktis untuk draf berikutnya.

Bisakah AI mengubah skrip penuh menjadi storyboard?+

Ya, tetapi workflow terkuat bekerja scene demi scene. Tinjau beat dramatis dan urutan shot sebelum menghasilkan frame dalam jumlah besar.

Informasi apa yang memperbaiki prompt storyboard AI?+

Sertakan subjek, action, emosi, lokasi, waktu, ukuran shot, sudut kamera, komposisi, pencahayaan, gaya, dan detail kontinuitas yang harus cocok dengan frame di sekitarnya.

Bagaimana cara menjaga karakter storyboard tetap konsisten?+

Gunakan referensi karakter yang stabil, ulangi seperangkat jangkar identitas yang singkat, bedakan ciri permanen dari wardrobe spesifik scene, dan bandingkan frame yang berdekatan saat bekerja.

Screenplay Anda sudah memuat frame pertama.

Mulai dari scene, jaga setiap keputusan kreatif tetap terlihat, lalu ubah cerita menjadi storyboard yang bisa Anda poles, bagikan, presentasikan, dan ekspor.