Character bible yang tetap berguna
Catat peran, keinginan, kontradiksi, penampilan, wardrobe, dan jangkar visual yang berulang dalam brief yang bisa dipakai ulang.
Ubah nama-nama di skrip menjadi arahan karakter yang berguna: motivasi, relasi, intent casting, jangkar visual, dan referensi konsisten untuk setiap scene storyboard.
Membuka workspace proyek storyboard LlamaGen.

Northline / arahan visual
Satu dunia cerita, mengalir dari screenplay hingga produksi.
Satu cast, satu model cerita
Karakter lebih dari sekadar nama di atas dialog. Satukan fungsi cerita, tekanan emosional, catatan casting, wardrobe, siluet, dan konteks relasi agar setiap scene baru dimulai dari kebenaran kreatif yang sama.
Catat peran, keinginan, kontradiksi, penampilan, wardrobe, dan jangkar visual yang berulang dalam brief yang bisa dipakai ulang.
Petakan aliansi, hubungan keluarga, rivalitas, rahasia, dan tekanan yang berubah di seluruh ensemble.
Bawa referensi karakter yang sudah disetujui ke frame storyboard baru untuk mengurangi drift pada wajah, rambut, outfit, dan usia.

Contoh kerja · Kontinuitas dengan alasan
Karakter harus tetap utuh di bawah pencahayaan baru, sudut baru, emosi baru, dan status wardrobe yang berbeda tanpa kehilangan identitas. Brief visual yang kuat memisahkan jangkar permanen dari pilihan spesifik scene.
Workflow-nya
Bangun cast berdasarkan fungsi cerita terlebih dahulu, lalu tambahkan detail visual yang dibutuhkan produksi.
Definisikan apa yang diinginkan karakter, apa yang menghambatnya, dan bagaimana pilihannya mengubah scene.
Tambahkan koneksi yang bermakna, arahan casting, jangkar fisik, wardrobe, dan catatan performa.
Bawa arahan karakter yang sama ke prompt storyboard, reaksi, coverage, dan scene berikutnya.
Jelajahi workflow yang terhubung
Storyboarding AI dari konteks scene
Uraikan scene menjadi shot berurutan, tentukan framing dan intent performa, hasilkan referensi visual, dan jaga karakter serta lingkungan tetap konsisten dari satu frame ke frame berikutnya.
Aset produksi AI
Hasilkan potret karakter, studi lokasi, desain properti, still scene, dan frame storyboard dari konteks yang sudah ada di cerita Anda, lalu simpan hasil yang berguna agar siap dipakai pada keputusan kreatif berikutnya.
Scene, beat, properti, dan lokasi
Atur bagian-bagian yang membuat scene bisa dimainkan dan divisualkan: beat dramatis, lokasi berulang, hero prop, kehadiran karakter, dan catatan kontinuitas yang menghubungkan satu momen ke momen berikutnya.
FAQ
Sertakan peran cerita, keinginan, kelemahan, relasi penting, jangkar penampilan, logika wardrobe, arahan performa, dan fakta yang harus tetap konsisten di semua scene.
Ya. Peta relasi membuat tekanan jadi terlihat: siapa membutuhkan siapa, siapa punya leverage, relasi mana yang berubah, dan di mana ensemble memiliki koneksi yang lemah atau berulang.
Referensi itu memberi target identitas yang stabil untuk setiap frame. Menggunakan ulang referensi yang disetujui dan jangkar yang ringkas dapat mengurangi drift visual di berbagai sudut, lokasi, dan beat emosional.
Mulai dari scene, jaga setiap keputusan kreatif tetap terlihat, lalu ubah cerita menjadi storyboard yang bisa Anda poles, bagikan, presentasikan, dan ekspor.